Random Talk
Kadang-Kadang

Kadang-kadang kamu terlalu lama memerhatikan kepulan asap dari secangkir teh lalu lupa menghirupnya sampai hangatnya hilang. Apa nikmatnya teh yang dingin pikirmu.

Kadang-kadang kamu terlalu malas untuk berbasa-basi, tersenyum, menyapa, tertawa renyah, dan kamu menatap seseorang dengan datar, bicara seperlunya, mengalihkan pandangan, berdiam di pojokan, tidak tau berapa hati yang kamu singgung saat itu.

Kadang-kadang kamu terlalu bergembira, menari kesana-kemari, tertawa sampai rahangmu sakit, berbicara sampai tidak ada yang bisa menyela, mengobrol sampai larut, berbicara dengan suara nyaring dan sesekali berteriak tanpa kamu sadar berapa orang yang benci saat itu.

Kadang-kadang kamu terlalu sensitif.

Kadang-kadang kamu tidak peka.

Kadang-kadang kamu menikmati waktu sendiri hanya untuk berdiam diri.

Kadang-kadang kamu butuh seseorang hanya untuk menemani mu berdiam diri.

Kadang-kadang kamu butuh seseorang hanya untuk berbicara dan berbasa-basi.

Kadang-kadang kamu butuh seseorang hanya untuk mendengarkan segala kesal yang kamu alami hari ini.

Kadang-kadang kamu mengerti.

Kadang-kadang kamu tidak mengerti.

Kadang-kadang kamu tidak peduli.

Kadang-kadang kamu terlalu peduli.