Pada akhirnya kita bertemu kembali. Setelah beberapa bulan sebelumnya kita sibuk merancang harap pada sebuah pertemuan. Kita pula yang merancang jeda untuk menyulam rindu-rindu di sudut kamar. Kendatinya tak kuasa yang berakhir pada pertemuan kecil yang kadang menanamkan luka pada sudut mata.
Pada akhirnya kita bertemu kembali. Lebih cepat beberapa minggu dari rencana bertemu. Rindu kataku. Rindu yang menyimpan maksud tertentu.
Pada akhirnya kita bertemu kembali. Menyanyikan suka, merasakan duka. Mengingatkan kisah pada awal masa. Dan kemudian membisikan kekecewaan yang tumbuh menjalar pada sebuah perjalanan.
Pada akhirnya kita bertemu kembali. Aku bilang aku sampah. Kamu bilang bukan. Kamu kemukakan segalanya yang menggiringku pada sudut. Tapi kamu bilang aku bukan sampah. Tapi aku rasa sampah.
Pada akhirnya kita bertemu kembali. Hanya sebentar. Untuk meyakinkan bahwa ada luka yang tertawa riang. Untuk memastikan kamu tak redup.
Pada akhirnya kita bertemu kembali. 'Aku tak selamanya', kataku.
Dalam tiga pagi aku terjaga. Seutuhnya melepaskan.