Random Talk
Result Of 2016's Mission

Halo 2016. Sebenernya aku sudah ketik ini panjang-panjang tapi aku salah pincit jadinya gak kesimpan.

Seperti judul diatas aku mau bikin hasil dari resolusi 2016 yang aku buat di awal tahun. Resolusi yang enggak mutu banget sih. Sebagai manusia biasa yang tak bersayap dan letaknya salah serta khilaf, jadi ada aja point yang gak centang.

 

1. Save Money

Ini resolusi sejuta umat memang, tapi ada masa dimana aku bener-bener gak ada uang dan gak tau musti gimana, jadi aku gak mau 2016 tabungan ku habis. Ini dimulai dari setelah aku wisuda, rekening tabungan yang udah aku punya dari kelas 5 SD tiba-tiba sisa lima puluh ribu dan itu gak bisa ditarik lagi padahal biasanya paling enggak ada seratus ribu penghias saldo atm. Aku kira lulus cuma modal usaha sama keberuntungan tapi ternyata modal uang juga buat ke salon, beli kain, ke penjait, beli sepatu, dan lain-lain. Untung sih habis lulus langsung dapat kerjaan tapi ini bikin aku makan angin dan minum air hujan doang soalnya mau minta uang ke mamak sudah malu.

Nah karena itu aku bikin point ini dan aku kasih target nominalnya. Point ini adalah point yang duluan dapat checklist.

 

2. Create a Something Cool

Aku tau bagi sebagian orang, bikin web profile sendiri sama blog kayak gini biasa aja. Wong cuma crud doang isinya, UI juga nyomot sana sini. Cuma ya udah sih, menghargai bikinan sendiri dulu. Point ini didasari karena aku ngerasa bakal gak coding lagi jadi ini sebagai kenang-kenangan gitu. Cuma kadang aku yang sensitive ini ngerasa kalo beberapa orang suka nyinyirin. Ya karena mereka hebat dan ini cuma sesuatu yang busuk jadi pantas di nyinyirin. Tapi emang mereka gak sadar kalo hal seperti itu gak bakal improve seseorang. Aku bakal terus ngelakuin kesalahan dan kalian bakal terus nyinyirin. Gitu terus sampe Goku punya anak sembilan.

 

3. Have 25 posts

Blog ini di upload tepat seminggu setelah aku ke Balikpapan dengan kaki sakit habis kepentok trotoar, kadang suka heran sama watak keras kepala padahal malamnya masih nangis-nangis diurut tapi paginya nekat pergi ke luar kota. Tanggal 19 Mei 2016 aku upload blog yang gak ada tujuannya ini, dan setelah selama itu baru punya 22 posts. Ini salah satu point yang gak kecentang kecuali aku bisa posting tiga tulisan sebelum Desember selesai.

Soal tema blog ini suka ngawur. Suka-suka aku yang nulis. Tapi di tahun depan aku usahain setiap bulan nulis tema yang lebih banyak pembacanya daripada curhatan gak penting gini.

 

4. Upgrade Toefl

Ya, aku yang notabanenya sudah les Bahasa Inggris dari kelas 5 SD sampe kelas 1 SMP tapi kalah sama anak TK yang pernah aku ajarin sehari di SF. Sialan. Aku ampas banget. Dan aku punya misi buat naikin nilai Toefl. Baca artikel, nonton film, baca novel, main game, dan segalanya aku coba supaya bisa Bahasa Inggris. Hasilnya ampas. Target nilai TOEFL yang dari 400an doang paling enggak bisa jadi 475 (ini harat memang) tapi terakhir tes cuma dapat 450.

 

5. Start to Write a ‘Cerpen’

Gak usah ditanya. Ini point yang gak ke centang. Aku sibuk ngumpulin uang sampe lupa kesenengan jaman dulu lewat nulis cerpen.

 

6. Read a Good Book

Dinda pernah tanya gimana caranya aku sama Arita bisa baca buku. Soalnya setiap dia mulai baca, dia langsung ngantuk. Yah sekarang aku yang begitu dan Dinda jadi suka baca buku. Mungkin karena dulu hape masih senter, laptop belum ada, jadi hiburan cuma baca buku. Sekarang mata udah kebiasa liat layar hape jadi baca buku gak semenarik dulu. Bahkan buku yang dibelikan temen ku masih kesegel rapi. Tahun ini aku cuma baca tiga buku yaitu Jakarta 24 Jam, Enders, dan Negeri Para Bedebah.

Jakarta 24 Jam bisa aku selesaikan dalam seminggu sambil ketiduran di sofa dan bangun-bangun punggung ku sakit. Ini genre yang aku suka. Penulisnya ada empat dan di dalamnya ada 20 cerita yang berlatar kafe Jakarta 24 Jam di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Setiap cerita punya hubungan yang bikin kita sok jadi detektif buat nyari tau hubungan setiap cerita. Tapi masih aja pertanyaan yang ngambang. Well, aku suka genre kayak gini.

Enders merupakan kelanjutan Starters, buku yang aku beli bareng Arita waktu diskon Gramedia. Starters merupakan novel sci-fiction yang aku suka. Sosok callie yang tegas dan gak menyek-menyek kayak Katnis di film Mockingjay, Cassie di novel The 5th Wave, ataupun Tris di film Allegiant. Tapi di novel Enders Callie jadi nyebelin dan aku setuju sama salah satu pendapat di goodreads

Glad it's over. I didn't like Callie this time. She was annoying, whiney and clueless. She was like one of those people in movies that announce to a killer that they know all about them and are about to call the police, all while having a gun already pointed at them.

She goes off and leaves her brother again. Michael seemed jealous that she was in contact with Blake, and in the last book it seemed like they were maybe more than friends, but near the end she says he's more like a big brother.

She shows up with a big bag of sandwiches she made to feed some of the unclaimed minors on the street and gets mugged because she didn't take back up and is dressed too nice while driving a fancy car. Did she forget her street smarts that quickly.

There was a completely useless scene where she meets up with Blake (sans The Old Man) and they kiss and of course she doesn't feel the spark because it wasn't Blake she really spent time with before.

Then all of a sudden she's into the Old Man's son and kisses him while he's in another body. Which by the way totally unacceptable for him to do considering the cause they were fighting.

While perusing her old house for clues about her Dad she throws a temper tantrum when Hayden tries to hurry her (they can be tracked by the chip in their heads).

I was disappointed to see that Emma was an vane idiot not really worth saving.

And last, it just seemed like a series of increasingly horrible things happened to them all and the bad guys were a bit over the top with there antics.

Negeri Para Bedebah yang malas aku baca selama setahun dan selesai aku baca tiga hari doang. Bukunya bikin aku gak sabaran buat baca terus. Suka kesel kalo ada kerjaan datang bikin aku musti pause dan musti selesaikan kerjaan dulu.

 

7. Bertemu Orang Baik, Berteman, Bahagia

Ya, ini point terpenting dari hidup ku yang singkat ini. Sebenernya aku alay, jadi waktu Dinda sama Arita pergi hampir semua orang kasih pertanyaan yang sama dan membanding-bandingkan aku sama mereka. Aku muak. Aku down banget. Ngerasa ampas dunia. Sumpah aku alay. Aku jadi orang paling sensitive. Dan kemudian Ojan juga pergi di tengah masa-masa yang paling gak menyenangkan di hidup ku. Dia kembali dengan kenyataan bahwa sewaktu-waktu dia bisa bener-bener pergi dan dari sekian banyak pikiran ku dia kembali dengan kenyataan kalo dia bisa ngelakuin hal yang aku pikir gak mungkin dia lakuin. Disitu aku jatuh bangun aku mengejarmu down, aku cerita sama beberapa orang yang aku percaya sampe pada akhirnya mereka malah ngetawain aku di belakang. Aku ngerasa bener-bener sendiri dan gak tau mau cerita ke siapa.

Sampe aku ketemu sama orang-orang baik, punya temen baru, dan bisa ketawa cekikikan setiap jam pulang kantor. Bahkan masalah ibu kota Jawa Barat itu Jakarta atau ibu kota Jawa Tengah Yogyakarta bisa jadi lawakan paling lucu yang gak garing sampe berbulan-bulan kemudian. Aku sama mereka gak sedeket aku sama temen-temen kuliah yang udah bareng empat tahun yang enak aja minta jemput sama antar pulang. Tapi aku pikir lebih baik daripada kita deket terus pisah dan berubah.

 

Kadang aku mikir, apa mereka udah banyak berubah atau aku yang terlalu banyak berubah. Aku aja suka bingung kalo ketemu sama mereka. Aku musti ngapain. Obrolan yang gak nyambung. Ngerasa gak nyaman sama pertanyaan ku, dan aku ngerasa gak nyaman sama situasi kebingungan milih bahan obrolan dan ngasih pertanyaan yang bikin gak nyaman. Aku pingin tau segala hal tentang dunia mereka sekarang, tapi kami cuma sepasang asing yang sudah berbeda tempat. Gak banyak yang bisa di obrolin. Bahkan setiap obrolan yang sudah aku susun rapi cuma dianggap kentut. Ini kayak bikin cerpen bagus-bagus supaya menarik di baca, eh kamu malah ctrl+del. Ya ini akhirnya curhat lagi.

Tapi emang karena aku introvert dan canggungan parah. Aku susah buat punya temen baru, jadi waktu point ke-tujuh bisa centang, aku seneng banget. Canggungan ini yang bikin aku bingung ekspresikan perasaan seneng, atau buat akrab sama orang. Cuma sebelnya setiap cerita ke orang pasti gak ada yang percaya.

Yaudah emang segitu aja resolusi gak penting ku entar taun depan bikin bagus-bagus.