Books
We Were Liars - E. Lockhart

Buku ini sebenernya udah aku baca di bulan September, tapi bulan kemarin emang lagi padetnya kerjaan dan gak ada waktu buat posting blog. Ini salah satu buku yang direkomendasikan temenku.

Buku ini dibuka dengan cerita dari perubahan seorang Cadence Sinclair Eastman. Caddy mengalami amnesia setelah sebuah tragedi terjadi di pulau milik keluarga SInclair saat musim panas kelimabelasnya. Ingatannya tidak pasti dan setelah kejadian itu dia tidak diijinkan untuk kembali ke pulau sampai umurnya ke 18. Tapi setelah dia kembali banyak yang berubah dari pulau itu. Semua orang di pulau seakan merahasiakan tragedi yang Caddy alami di musim pana ke 15. Termasuk The Liars, Mirren, Jhonny, dan Gat. Dan novel ini bercerita bagaimana Caddy mendapatkan kembali ingatannya.

Dari cover sebenernya ini bukan tipe buku yang bakal aku bawa ke kasir. Mungkin karena gambar orangnya asli gitu. Tapi setelah aku selesai baca bukunya, menurut ke-sotoyan ku, cover ini dibuat dari sudut pandang Caddy.

Bukunya ringan banget, gampang banget dibaca, bahkan aku bisa selesai lebih cepat ditengah himpitan pekerjaan yang deadlinenya gak main-main. Temen aku bener, semoga dia kasih rekomendasi buku-buku yang enak dibaca kayak gini lagi.

Secara keseluruhan aku suka buku ini. Ceritanya bagus, dan endingnya sebenernya bagus. Seharusnya bagus. Oh ternyata gitu. Harusnya aku bisa kasih buku ini nilai 8 bahkan 9 tapi sayang aku musti disuguhin sama cerita yang gak masuk akal. Aku gak suka cerita perpisahan akhir Caddy dengan The Liars. Oke aku spoiler. Seandainya bagian itu gak ada, aku yakin banyak yang baca pada kesel karena ngerasa novelnya gak selesai. Tapi aku tipekal orang yang lebih milih novelnya ada kesan menggantung seperti 'I back to Cuddledown and get nothing. I'm left, there on the southern tip of Beachwood Island. I'm on the tiny beach, alone'. Daripada 'The Liars swim out, past the edge of the cove and into the open ocean'. 

Well, kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan milik kita manusia dan juga buku ini. Walaupun ada sedikit bagian yang gak aku suka, tapi kalo kita mengesampingkan itu, bukunya tetep masih bagus buat dibaca.

 

Be sad, be sorry-but don't shoulder it.