Ini pertama kali nyoba review buku. Sebenernya alasan utama bikin tag ini buat nandain buku apa aja yang dibaca selama 2017, supaya gak lupa ceritanya juga. Buku yang pertama kali aku baca di tahun 2017 yaitu buku dari Tere Liye berjudul Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. Sebenernya waktu lihat cover dan sinopsis ngerasa kalo ini bukan buku yang bakal aku suka. Well aku bisa selesaikan buku ini kurang dari seminggu. Aku lumayan menikmati ceritanya walaupun ada yang dicepetin karena bosan sama penjelasannya.
Kalo dari cover, mungkin ini bukan buku yang bakal aku bawa ke kasir. Aku kurang suka cover buku yang gradasi warnanya seperti buku lama which is ini emang buku tahun 2009. Apalagi kalo dilihat dari cover, isi ceritanya bakal mellow dan aku gak suka sama novel yang mellow. Tapi mengingat buku yang ku beli delapan tahun lalu di bazar buku murah berjudul 'Rumah Cinta' yang dari segi cover dan judul enggak banget. Waktu itu aku ngerasa khilaf banget tapi waktu dibaca ceritanya bikin aku gak bisa move on. Cerita sederhana ringan, yang saling terkait, yang penuh makna, dan aku pikir ceritanya orisinil, eh tapikan yang kita bahas buku tere Liye ya. Duh.
Zeta penggemar Mitch Albom pernah bilang kalo cerita Rembulan Tenggelam Di Wajahmu mirip sama salah satu karya Mitch Albom yang judulnya Five People You Meet in Heaven atau Meniti Bianglala, aku juga heran kenapa judul asli sama terjemahannya beda banget gini. In case aku gak pernah baca buku Mitch Albom dan juga buku Tere Liye ini aku pinjam dari Zeta yang sudah beli bukunya dua kali karena buku pertama yang dia punya dipinjam dan gak dikembalikan. Yang artinya Zeta suka cerita ini walaupun orisinalitas cerita ini bisa dipertanyakan. Tapi menurut aku emang banyak hal yang bisa menjadi inspirasi dalam menulis cerita termasuk cerita dari penulis lain, jadi sah-sah aja sebenernya kalo penulisnya bukan sekelas Tere Liye. Loh kok aku diskriminatif banget sih. Duh.
Novel ini bercerita tentang pemuda bernama Ray yang hidup di panti asuhan dengan penjaga panti yang menghalalkan segala cara untuk menjadi haji, penjaga panti yang tidak memiliki kasih sayang sehingga Ray muak. Novel ini akan menceritakan kisah hidup Ray yang saling terkait yang seperti benang kusut dan kemudian pada akhir hidupnya ia akan tau jawaban dari lima pertanyaan yang ada di hidupnya.
Aku akui waktu baca di bagian hidup Diar aku mau nangis, dan aku musti nahan nangis karena lagi di depan kelas. Tapi selebihnya aku rasa terlalu banyak drama gak masuk akal yang ada di dalam novel ini. Sebenernya aku bisa kesampingkan drama-drama mellow yang memuakan itu dan mendapat pelajaran hidup yang gak pernah kebayang seperti teori sebab-akibat.
Salah satu drama terhebat yang disajikan dalam novel ini adalah adegan perkelahian dalam bus dalam bab Aku Kapak Bermata Satu. Waktu aku baca ini, aku jadi ingat Iko Uwais di film headshot bedanya sudah gak ada penumpang yang masih hidup di dalam bis. Tapi Ray ini memang hebat atau premannya aja yang cupu, aku cuma gak habis pikir satu orang bisa ngelawan kumpulan preman. Kalo di film-filmnya Iko Uwais, background dia memang jago silat, memang tukang pukul, tapi buat Ray? Aku rasa tinggal di terminal bukan jaminan dia jadi jago.
Drama yang lain adalah ketika Ray bertemu Fitri di bangsal rumah sakit. Kenapa tere liye memaksakan ada scene dimana pintu bangsal anak kacanya pecah dan bikin Ray gak sengaja berpegangan terus tangannya luka terus Fitri perban dan dia berhasil nyepik? Dua kali? Ini rumah sakit di daerah mana sih yang ngebiarin pintunya pecah gak dibenerin atau dilepas dulu kacanya? Ini kita ngomongin pintu bangsal anak yang penghuninya pasti anak. Bisa jadi mereka yang udah sehat terus jadi gak sehat lagi gara-gara kejatuhan kaca pintu yang retak atau tangan mereka luka gara-gara iseng mainin tangan di kaca pintu yang pecah.
Satu lagi hal dramatis yang terjadi sewaktu Ray mendapatkan harta berlimpah setelah kebangkrutan akibat menaruh modal di ladang minyak bumi yang kopong dan ternyata setelah gempa bumi, berton-ton emas muncul dari permukaan. Aku bukan orang geologi, yah walaupun kata Zeta yang anak fisika dan punya pacar anak geologi kalo hal itu mungkin aja terjadi karena pergeseran lempeng bumi bisa membuat muncul mineral dari dasar bumi. Gak tau bener apa salah cuma aku ngerasa momennya terlalu sinetron.
Aku bersyukur waktu mau beli buku ini Zeta bilang dia punya bukunya dan aku bisa pinjam punya dia.

Keberuntungan yang berlebihan selalu mengundang dengki.