Marlina The Murderer In Four Acts
Ini film yang aku tunggu-tunggu sekian lama. Musti kasih gesit sama film macam ini, soalnya suka besoknya tiba-tiba udah gak ada filmnya. Film ini gak disaranin buat kamu yang gak suka sama film temponya lambat yang minim dialog. Kalo aku sih suka. Jadi aku bisa nikmatin satu setengah jam duduk manis di bioskop.
Walalupun ada scane yang kelewat gara-gara angkat telpon. Sedih. Walaupun udah diceritain tetep aja rasanya beda. Makanya kesel banget sama orang yang ngobrol sepanjang film dan suaranya saingan sama filmnya sendiri. Disuruh jangan berisik berapa kali gak sadar-sadar. Tapi dulu aku begitu sih kalo nonton sambil komentar sambil ketawaan sama temen. Ampun. Aku tobat. Sekarang aku tau gimana rasanya nonton dan gak pingin di ganggu.
Film ini dimulai dari Markus yang bertamu ke rumah Marlina. Luar biasanya dia masuk, duduk, dan langsung bilang tujuannya kalo mau ngerampok dan perkosa Marlina. Marlina tentu takut apalagi tau bakal ada enam orang yang datang lagi tapi daripada dia lari ketakutan, Marlina memilih membuat sop ayam. Wow. Bukan wanita biasa si Marlina ini. Luar biasanya Marlina berhasil mencampur racun ke sop ayam yang membuat empat orang mati seketika. Gak sampe disitu, ketika dia diperkosa oleh Markus, dia malah ambil posisi woman on the top dan menggal kepala Markus. Luar biasa bukan? Luar biasa pid spoiler mu.
Aku spoiler luar biasa ya. Selain aku, sebenernya banyak yang nulis review tapi kayak ngasih spoiler. Ini bikin aku nyesal baca review sebelum nonton film.
Eh btw tadi kan tujuh perampok kok yang mati lima sih? Tenang, dua orangnya lagi jual babi, ayam sama sapi. Dan dua orang ini yang mengejar Marlina yang sedang mengarungi jalanan sumba yang tandus sekaligus indah, yang sunyi namun penuh ketenangan. Terlebih dari itu, si Marlina membuat kesan mencekam ketika dia membawa penggalan kepala Markus menuju Kantor Polisi dan kembali ke rumah dengan iringan petikan alat musik dari manusia tanpa kepala.
Ini film yang worth banget buat ditonton. Ada empat babak yaitu The Robbery, The Journey, The Confession, dan The Birth. Selain Marlina, sosok Novi gak kalah bagus banget, ibu hamil yang gak bisa disetop kalo ngomong sampe Marlina kesal. Yang bisa nyetop Novi ngomong cuma tamparan dari Umbunya. Sumpah laki-laki sampah macam apa yang keluarnya cuma berapa menit tapi bikin hati ingin menyumpah. Franz juga gak kalah memukau, pertama karena suaranya bagus dan fasih waktu nyanyi lagu sumba, kedua karena akting, keempat karena ganteng, keenam dan seterusnya karena ganteng.
Dan bagi kalian yang ngelewatin film ini karena mikirnya ini film Indonesia. Selamat kalian menjadi orang-orang yang gak beruntung.
