Bulan ini jadi bulan terbanyak aku nonton film. Sudah kelihatankan ketidak produktifan aku bulan ini. Karena kerjaan yang kelihatannya gak ada jadi tiap minggu bisa dipake buat nonton, di tempat kerja juga kalo lagi free malah nonton. Sumpah jangan ditiru perbuatan gak baik ini. Well, aku mau list lapan film yang aku tonton di bulan Maret ini, 3 film Indonesia dan sisanya film Barat.

1. Pasir Berbisik (2001)
Film yang punya judul internasional 'Whispering Sands' ini katanya dapat banyak pernghargaan di mancanegara. Film ini dibintangi banyak nama-nama besar seperti Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Didi Petet, penyanyi Dessy Fitri, pelawak senior Mang Udel, sampai Dik Doank yang muncul dalam sebuah peran kecil. Oh jangan lupa hadirnya satu artis yang waktu itu masih pendatang baru dan karena film ini dia bisa dapat penghargaan Best Actress dalam Deauville Asian Film Festival serta Singapore International Film Festival, Dian Sastrowardoyo yang ditahun berikutnya menjadi ikon percintaan Rangga dan Cinta.
Masing-masing tokoh di film ini punya karakter yang kuat. Film ini termasuk film yang minim dialog dan kita dituntut buat jadi pinter dengan menebak alur ceritanya. Bagian film yang aku suka pas Suwito (Dedi Petet) lagi nyuruh Daya (Dian Sastro) buat muasin hawa nafsu dengan megang-megang diri sendiri. Aku bukan mesum tapi ekspresi Dedi Petet dapet banget.
Ceirtanya juga bagus banget. Kayak gimana sang kakek ngejaga cucunya, ibu yang mau ngejaga anaknya, bapak yang gak bertanggung jawab, dan segala macam masalah yang ada di tampilkan dengan cara yang masuk akal dan gak berlebihan. Ini film yang dari tampilannya udah bagus, jalan ceritanya bagus, karakter setiap tokoh bagus, pemainnya bagus, semuanya bagus. Sebenernya aku sudah pernah nonton film ini di salah satu stasiun TV waktu takbiran idul fitri cuma pingin nonton lagi aja.

2. Tomb Raider (2018)
Katanya film ini remake dari tahun 2001 dengan judul yang sama, pemainnya Angelina Jolie. Katanya film ini adaptasi dari game. Seharusnya bagi Alicia Vikander memerankan tokoh yang sebelumnya pernah diperankan sama Angelina Jolie menjadi cobaan berat di dalam hidupnya. Pasti dibanding-bandingkan sampe seribu tahun ke depan. Dan bener sih. Apalagi film ini payah banget.
Aku ngerasa Lara Croft ni bodok tapi sok pinter, lemah tapi sok kuat, pokoknya sok. Di awal dia babak belur pas tanding tinju terus kita musti berharap apa sama dia yang harus mengalahkan kaiju. Terus disuruh bapaknya buat hancurin penelitian soal Legeda Himiko eh malah di bawa pergi nyusul nyari bapaknya. Sepanjang film udah ngerasa Lara ini bego banget. Jadi hopeless, gak minta apaun selain filmnya cepet selesai.

3. The Shape of Water (2018)
Di film ini kita disuguhkan dengan tokoh yang gak bisa bicara. Tapi kabar baiknya dia punya dua sahabat yang baik, yang walaupun sebenernya mereka suka berteman sama Elisa karena Elisa gak banyak ngomong jadi bikin tetangga dan temen kerjanya ngerasa nyaman kalo lagi ngobrol. Di film ini kita bisa lihat masalah-masalah yang dihadapi setiap tokohnya.
Ini film luar biasa sih, alurnya juga gak keburu-buru tapi gak kelambatan. Pas banget. Kita bisa ngerasain proses jatuh cintanya Elisa sama makhluk amfibi. Elisa ini dengan kekurangan yang dia punya sebenernya dia gadis yang ceria. Dia suka nari. Dia bahagia jalani rutinitasnya. Sarapan yang sama. Kayaknya film ini bakal dapat banyak penghargaan, khususnya buat Sally Hawkins.

4. Pitch Perfect (2017)
Gak ada harapan dan visi misi yang jelas buat nonton ini. Jadi karena ada ya nonton aja dan ya film ini gak sebaik film pertamanya. Dan buat dibandingkan sama film yang kedua menurut ku juga gak seberapa. Dari lagu yang dibawakan juga. Yah film ini menghibur tapi gak berkesan.

5. Pacific Rim : Uprising (2018)
Aku gak pernah nonton film sebelumnya, aku kira film sebelumnya itu Godzilla. Yaudah wasalam aku jadi hopeless. Tapi sekalinya ada robot-robotnya. Aku kira film Ultraman sekalinya bukan. Aku emang sok tau. Menurutku film ini durasinya udah standar film yang lama, tapi sayang filmnya kurang kuat dibagian penokohannya.
Pertama, gak masuk di logika aja tiba-tiba Amara di rekrut buat pelatihan jadi pilot Jaeger gara-gara bisa ngerakit robot. Terus yang calon pilot Jaeger ini ternyata jumlahnya kalah sama jari manusia. Aku kirakan cuma beda bangsal, sekalinya sampe akhir ya cuma itu yang dilihatkan. Terus mereka ni kelai dan kemudian baikan, dan kemudian Amara ngelukain temannya dan harus dikeluarkan, dan kemudian ada musuh datang dan mereka si piyik-piyik calon pilot Jaeger harus mengemudikan Jaeger dan ngelawan Kaiju yang kayak timbunan lemak sapi.
Dan hebatnya mereka langsung singkron, sedangkan di cerita sebelumnya, mereka ni masih gagal. Gak pernah kelihatan berhasil. Terus kalian tau gak sih hal yang bikin aku pingin garuk otak kiri aku, ini pilot seniornya juga jumlahnya digambarkan gak lebih dari jari tangan manusia. Dunia lagi sakaratul maut dan dalam beberapa tahun kemudian kalian cuma bisa ngumpulin orang segini banyaknya, duh malu aku.
Terus Jakenya ku kira kan orang hebat, soalnya aku gak nonton film yang pertama. Ternyata enggak. Dia ni cuma punya bapak yang hebat dan pernah latihan jadi pilot Jaeger, pernah ngemudikan kali ya, cuma yaitu dengan pengenalan yang minim jadi kesannya kayak si Jake ampas, dan semua pilot ampas.
Film ditutup dengan cara yang tidak heroik sekali cara membunuh Kaijo. Kayak si sutradara bingung gimana bikin ending filmnya dan yaudah gimana caranya selesai gitu aja. Udah males mikir. Mending juga tiba-tiba datang Ultraman atau Power Ranger deh.
Filmnya sebenernya masih bisa dinikmati tapi aneh.

6. Dilan 1990 (2018)
Film ini diadaptasi dari buku karya Pidi Baiq. Walaupun gak semua cerita di buku ada di filmnya tapi gak bikin film ini jadi buruk. Apalagi aku sudah baca bukunya jadi gak kebingungan. Walaupun temenku yang belum nonton jadi bingung kenapa Pak Suripto marah dan narik kerah baju Dilan. Ini Kang Adi siapa sih kok bisa Milea kesel banget. Film ini cukup lama ada di bioskop dan rame ditonton sama ABG.

7. Posesif (2017)
Ini film bagus banget, pemainnya, aktingnya, ceritanya, semuanya. Aku suka sih, Walaupun aku rada gak sreg sama akhirnya waktu tiba-tiba Yudhisnya ada dan Lala tetep lanjut lari. Mungkin Lala udah move on tapi kenapa musti ada Yudhis lagi sih. Yudhisnya sih senyum. Mungkin mau bilang udah sama-sama ikhlas. Cuma kesannya jadi aneh.

8. Ready One Player (2018)
Film penutup bulan Maret yang sangat ciamik. Aku suka ngelihat dunia game, terus mereka ngomongin super hero kayak Batman terus ngomongin film lain, pokoknya aku suka sih film yang model kayak gini. Walaupun gak bisa nonton sampe akhir. Bikin penasaran.